Mobile Menu

navigasi

More News

Sejarah Pembentukan Kabupaten Aceh Jaya - Disdukcapil Aceh Jaya

Maret 27, 2022

Sebelum terbentuk sebagai Kabupaten Aceh Jaya Wilayah ini telah pernah masyhur dalam decade sebelumnya yaitu dalam zaman penjajahan Belanda dan Jepang yg merupakan bagian barat berdasarkan Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka & dibangun pada Abad ke XVI Masehi atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588 – 1604 M), lalu dilanjutkan sang Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yg hidupTahun (1607-636 M) menggunakan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk & Pidie.

Dengan Kerajaan pertama “Negeri Daya” (sekarangKecamatan Jaya) yg pada akhir Abad ke XV M telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya merupakan Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar PoteuMeureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, daerah Aceh Barat diakhir Abad XVII sudah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh UleeBalang, yaitu: Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Crak Mon; LhokKruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga. Dimasa penjajahan Belanda, melalui suatu perjanjian (korteverklaring), diakui bahwa masing-masing Uleebalang dapat menjalankan pemerintahan sendiri (zelfsbestuur) atau swaparaja (landschap). OIeh Belanda Kerajaan Aceh dibentuk sebagai Gouvernement Atjeh en Onderhorigheden (Guvermen Aceh & Daerah Taklukannya) dan selanjutnya menggunakan dibentuknya Gouverment Sumatera, Aceh dijadikan Keresidenan yg dibagi atas beberapa daerah yang disebut afdeeling (Propinsi) dan afeeling dibagi lagi atas beberapa onderafdeeling (Kabupaten) dan onderafdeefing dibagi sebagai beberapa landschap (Kecamatan).

Sebelum wilayah Keresidenan Aceh dibagi sebagai 4 (empat) afdeeling yang salahsatunya adalah Afdjeeling Westkust van Atjeh atau Aceh Barat menggunakan ibukotanya Meulaboh. Afdeeling Westkust van Atjeh (Aceh Barat) adalah suatu wilayah administratif yg meliputi daerah sepanjang pantai barat Aceh, dari Gunung Geurutee sampai wilayah Singkil dan kepulauan Simeulue serta dibagi menjadi 6 (enam) onderafdeeling, yaitu:

Di zaman penjajahan Jepang (1942-1945) struktur wilayah administrasi tidak poly berubah kecuali penggantian nama dalam bahasa Jepang, misalnya Afdeeling menjadi Bunsyu yg dikepalai sang Bunsyucho, Onderafdeeling menjadi Gun yang dikepalai oleh Guncho & Landschap sebagai Son yg dikepalai oleh Soncho.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, dari Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Utara, daerah Barat dimekarkan mejadi 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Barat Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten Aceh Barat menggunakan Ibukota Meulaboh tedari tiga wilayah yaitu Meulaboh, Calang dan Simeulue, dengan jumlah Kecamatan sebesar 19 (sembilan beasiswa belas) Kecamatan yaitu Kaway XVI; Johan Pahlawan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya; Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang. Sedangkan Kabupaten Aceh Selatan meliputi wilayah Tapak Tuan, Bakongan dan Singkil menggunakan ibukotanya Tapaktuan.

Pada Tahun 1996 Kabupaten Aceh Barat dimekarkan lagi sebagai dua (dua) Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat meliputi Kecamatan Kaway XVI; Johan Pahlawan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya dengan ibukotanya Meulaboh & Kabupaten Administratif Simeulue mencakup Kecamatan Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang menggunakan ibukotanya Sinabang.

Kemudian pada tahun 2001 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor lima & ditegaskan pada Undang-undang No.4 Tahun 2002 mengenai Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang pada Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam;, Kabupaten Aceh Jaya menjadi wilayah otonom setelah mengembang menurut Kabupaten induk menggunakan 6 (enam) Kecamatan yaitu Kecamatan : Teunom, Panga, Krueng Sabee, Setia Bakti, Sampoiniet dan Jaya yg terdiri atas 21 Mukim, & 172 Desa.

Kabupaten Aceh Jaya menjadi menjadi 9 (sembilan) kecamatan, pada tahun 2012 Kabupaten Aceh Jaya memekarkan tiga kecamatan baru menurut Qanun Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya Nomor 3 Tahun 2012 mengenai Pembentukan Kecamatan Indra Jaya, Darul Hikmah & Pasie Raya Dalam Kabupaten Aceh Jaya. Adapun 3 kecamatan yg dimekarkan adalah Kecamatan Teunom, dibubuhi satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Pasie Raya Kemudian Kecamatan Sampoiniet dimekarkan satu kecamatan yaitu Kecamatan Darul Hikmah. Satu kecamatan lainnya yg akan diberi nama Kecamatan Indra Jaya adalah pemekaran berdasarkan Kecamatan Jaya.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar