Mobile Menu

navigasi

More News

Optimalisasi Alsintan Buat Mencapai Ip-300 Di Kabupaten Aceh Barat Daya

Maret 25, 2022

OPTIMALISASI ALSINTAN UNTUK MENCAPAI  IP-300 pada KABUPATEN ACEH BARAT DAYA

Oleh : Ocvitasari Hasibuan, SP

Tanaman padi merupakan flora pokok dan menjadi komoditas andalan di wilayah Aceh beasiswa Barat Daya. Luas huma sawah yang sebagai sasaran tanam pada wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya sebesar 10.289 Ha. Luas huma sawah tadi tersebar di sembilan kecamatan menggunakan sistem irigasi yang majemuk. Untuk menaikkan produksivitas padi maka dilakukan acara kenaikan Indeks pertanaman (IP) yaitu mencapai IP-300. Indeks pertanaman sendiri merupakan homogen-homogen masa tanam dan panen pada satu tahun pada huma yg sama.mencapai IP-300 dalam huma sawah.

Upaya yang dilakukan buat mencapai IP-300 merupakan optimalisasi Alat mesin pertanian (Alsintan). Untuk menunjang acara tadi dilakukan  modernisasi  pertanian melalui penggunaan Alsintan pada menunjang budidaya tumbuhan padi di lahan sawah. Hal tersebut sejalan menggunakan acara kementrian Pertanian  menggunakan mekanisasi pertanian dari mulai hulu hingga hilir. Bantuan Alsintan yang diberikan pada Dinas Pertanian selama ini terdiri berdasarkan traktor, cultivator, pompa air, transplanter & hand sprayer sebagai wahana penunjang pra-panen. Sementara itu untuk bantuan alat pasca panen berupa combain harvester, dryer, power threser dan power threser multiguna.

Optimalisasi Alsintan bisa dilakukan menggunakan cara memakai Alsintan secara efektif & efisien. . Selama ini petani mengandalkan tenaga insan dalam melaksanakan pengolahan huma, penanaman & panen. Biasanya bulan Juni- Agustus adalah masa bera buat kabupaten aceh Barat Daya, namun menggunakan adanya donasi hand traktor & terutama  traktor 4WD maka lahan sawah di 9 kecamatan bisa diolah dengan cepat.  Pengerahan jadwal tanam dapat dilakukan bulan Agustus  & memasuki bulan November ini kabupaten aceh barat daya sudah memasuki masa panen.

Penggunaan Alsintan buat menunjang acara IP-300 dilakukan dengan menggunakan mekanisasi dalam budidaya padi. Saat memasuki pengolahan huma maka seluruh traktro 4 WD dikerahkan seluruh buat mengolah lahan petani disembilan kecamatan, nir terdapat traktor yg menganggur & pengolahan lahan sang traktor 4WD dibatasi waktunya, selanjutnya sesudah dioleh traktor 4 WD hand traktor melanjutkan pengolahan kedua. Begitu pula saat panen seluruh mesin combain harvester wajibmelakukan pemanenan.  Dengan optimalisasi alsintan pada budidaya padi maka bisa dirasakan  manfaat menjadi berikut :

Mempercepat Proses Budidaya Padi

Alsintan misalnya traktor & mesin panen sangat memudahkan pekerjaan saat pengolahan huma dan panen. Hal tadi dapat dilihat pada pencanangan IP-300 pada desa Blang Dalam Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya menggunakan luas huma sawah 100 Ha. Biasanya pengolahan lahan di daerah tersebut menggunakan memakai energi manusia dan hand traktor bisa berlangsung selama dua bulan namun menggunakan mekanisasi proses pengolahan lahan bisa dipersingkat menjadi 20 hari menggunakan menggunakan traktor 4 WD buat pengolahan lahan pertama dan selanjutnya dihaluskan menggunakan hand traktor. Dengan menggunakan cara tersebut diharapkan pengolahan huma untuk seluruh daerah Aceh Barat Daya bisa dilakukan selama 40 hari menggunakan luas sepuluh ribu hektar & optimalisasi limapuluh unit traktor 4WD dan handtraktor.

Menghemat Biaya Produksi

Penggunaan Alsintan bisa menghemat ongkos produksi. Mesin panen  sangat membantu buat menanggulangi kelangkaan tenaga kerja dan ongkos yg dimuntahkan bisa  ditekan lebih murah dibandingkan dengan cara manual atau tradisional. Dengan adanya mesin Combain Harvester maka ongkos panen sebanyak 12.500 per kantong 50 Kg.  Hal tadi lebih rendah bila memakai energi insan & indera sabit. Selain menggunakan adanya sistem tanam serentak apabila musim panen kekurangan tenaga kerja masih menjadi galat satu hambatan yg selalu terjadi & keberadaan mesin combain harvester sangat membantu buat masa panen.

Mengurangi kehilangan hasil

Alsintan dapat menekan kehilangan hasil dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Misalnya penggunaan mesin combain harvester maka petani eksklusif mendapatkan gabah yang telah dikarungi dengan rapi dan higienis sebagai akibatnya meminimalisir adanya kehilangan output saat pengangkutan dan penggilingan

Mendorong minat generasi muda terhadap global pertanian.

Dengan adanya mekanisasi pertanian menambah minat generasi muda dalam pertanian, hal ini terbukti dengan diminatinya Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) sang generasi belia menjadi pengelola & operator Alsintan. Dengan mekanisasi anak belia lebih termotivasi dan tertarik buat memasak huma sawah di wilayahnya.

Penggunaan Alsintan menuntut prasyarat kelengkapan & kesiapan kelembagaan dan Sumber Daya Manusia. Pengolahan Alsintan pada aceh barat daya dilakukan sang UPJA. Mekanisme pengolahan Alsintan di kabupaten Aceh Barat Daya dilakukan menggunakan berafiliasi antara PPL, Kelompok Tani, UPJA & keujrun & Babinsa.  UPJA berkedudukan pada kabupaten & kecamatan adalah forum pengelola Alsintan terutama traktor 4 WD & Combain Harvester. UPJA yang menentukan wilayah mana yang akan diturunkan Alsintan agar penggunaannya terarah. UPJA  pula berhubungan dengan Kelompok tani & keujrun. Keujrun adalah  “pemimpin” sawah tertentu (satu aliran irigasi) bertugas untuk memilih daerah hamparan mana yang perlu dikerjakan & gerombolantani  bertugas buat mengkordinasi menggunakan anggota gerombolanpada penggunaan Alsintan yg dibutuhkan anggotanya.

Selain 3 komponen tadi peran PPL yang krusial adalah buat memastikan komponen pengelola tadi bekerja dengan baik. PPL  berfungsi sebagai monitoring dan penilaian kinerja Alsintan.  PPL pula bersama BABINSA mengawal   kerja Alsintan agar selalu optimal & sempurna saat.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar