Mobile Menu

navigasi

More News

Literasi Digital Kabupaten Pidie Jaya Relasi Publik Aceh

Maret 26, 2022

PIDIE JAYA, RELASIPUBLIK.COM.- Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital maka Kementerian Komunikasi & Informatika selain menaikkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan asal daya insan bakat digital. Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 buat menjangkau 50 juta masyarakat supaya mendapatkan literasi pada bidang digital dengan secara spesifik buat tahun 2021. Sabtu (07/08/2021).

Target yang sudah dicanangkan adalah 12,lima juta rakyat dari berbagai kalangan untuk menerima literasi dibidang digital. Hal ini menjadi sangat penting buat dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet ketika ini telah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman rakyat dalam penggunaan Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) & internet yg benar melalui implementasi acara literasi digital di wilayah. Berkenaan dengan hal tersebut, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan aktivitas Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota berdasarkan Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Aceh yaitu, Drs. Ir. H. Nova Iriansyah, M.T., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital supaya wargacakap dalam memakai teknologi digital, bermanfaat pada membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi pula menaruh sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

DWIKKY MARSHAL (Gitaris D’Masiv), dalam sesi KECAKAPAN DIGITAL. Dwikky memaparkan tema “WELCOMING GEN ALPHA: CHALLENGE IN DIGITAL SKILL”. Dalam pemaparannya. Dwikky menjabarkan resiko anak pada memakai media umum seperti, menjadi kecanduan, mengakses konten negatif, cyberbullying, pelanggaran privasi, pedofil online, serta radikalisme. Masyarakat harus berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah sesuatu pada media umum & memperhatikan siapa saja yang dapat melihat unggahannya, apakah terlalu membuka data atau liputan langsung atau nir, nir menyinggung orang lain, nir pada keadaan emosi, nir sedang memperlihatkan keburukan, serta tidak menciptakan orang salahpaham.

Sebagai pengguna media umum haru bertanggung jawab terhadap sikap dan tutur istilah yg positif pada internet, empati, lawan cyber bullying, dan sebarkan kebaikan. Tips buat mencegah cyberbullying menggunakan cara, tidak merespon & membalas aksi pelaku, adukan kepada orang yang paling dipercaya, blokin akun media sosial pelaku, selalu berperilaku sopan pada dunia maya, serta simpan semua bukti & laporkan masalah tadi ke pihak berwenang.

Dilanjutkan dengan sesi KEAMANAN DIGITAL, oleh DR. ANANG USMAN (Praktisi Hukum dan Dosen Universitas Pasundan). Anang mengangkat tema “PENTINGNYA PERLINDUNGAN HAK PATEN DI RANAH DIGITAL”.

Anang mengungkapkan paten merupakan hak ekslusif yang diberikan sang negara atas output invensinya atau penemuannya di bidang teknologi yg buat selama waktu eksklusif melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain buat melaksanakannya. Hak Paten menaruh bonus bagi seseorang dengan cara memberikan pengakuan bagi kreatifitas mereka dan imbalan materi bagi penemuannya yg dapat dipasarkan. Insentif ini bisa lebih memperkuat penemuan, yang mana menjamin bahwa mutu kehidupan manusia secara berlanjut diperkuat. Dengan demikian hak ini bisa merangsang tumbuh & berkembangnya kreativitas dan inovatif manusia  dalam bidang teknologi. Fungsi hak paten, mencakup alat perlindungan mengklaim hak komersialisasi, peringatan pada pihak yang berniat melanggar, advertensi untuk menaikkan value produk, serta alat monopoli perdagangan. Hak paten sendiri melindungi suatu invensi berdasarkan orang lain yang berniat menggunakannya tanpa seizin menurut inventor. Ketika menemukan ada orang lain yg menggunakan, menjual, menunjukkan, dan mengimpor invensi tersebut, maka dapat mengajukan gugatan  & mengambil tindakan hukum terhadap siapapun yg menggunakan invensi ini tanpa seizin berdasarkan inventor.

Sesi BUDAYA DIGITAL, sang TEUKU SATRIA MAHMUD, SP (Jurnalis Media Online Metropolis.id). Teuku memberikan materi menggunakan tema “MEMAHAMI MULTIKULTURALISME DALAM RUANG DIGITAL”. Teuku menjelaskan multikulturalisme merupakan ideoloogi yg mengakui dan mengagungkan disparitas, disparitas yg dimaksud adalah perbedaan orang perorang atau perbedayaan budaya multikulturalisme merupakan menerima perbedaan tapi memperlebur kebudayaan. Ada lima macam multikulturalisme, diantaranya akomodatif, otonomis, interaktif kritikal, isolisionis komopolitan.

Masyarakat multikultural telah menjadi ciri khas bangsa lebih spesifik dalam masyarakat Indonesia, & sudah diperbincangkan pada berbagai kegiatan, seminar, lembaga diskusi juga pada lingkungan akademik. Tetapi, terkadang multikulturalisme kurang tepat dipakai, bahkan rakyat multicultural sering disamakan dengan rakyat pluralisme.

Narasumber terakhir dalam sesi ETIKA DIGITAL, oleh EDDY AZWAR, beasiswa SKM, M.KES (Kepala Dinas Kesehatan & KB Kabupaten Pidie Jaya).

Eddy mengangkat tema “INFODEMIK: PENYEBAB DAN DAMPAK BURUK BAGI penanggulangan covid-19”. Eddy menyebutkan kesiapan satgas covid Pidie Jaya dalam menanggulangi covid-19, dimana melakukan 5M dan jua tracking, test & rreatment adanya kampanye, iman, aman, imun dan jua gencar gerakan nakes tangkal covid-19. Gebrak masker dan jua anugerah sembako dan multivitamin bagi yg isolasi berdikari & jua mulai vaksin & kampanye edukasi mengenai covid dan pihak jaksa menaruh fakta tentang hoaks & infodemik dimana banyak nya fakta yg masuk baik sahih atau keliru bisa menyebabkan, kepanikan perselisihan dan rasa benci terhadap golongan eksklusif. Tujuan vaksin, meliputi menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan gerombolan(herd immunity) buat mencegah dan melindungi kesehatan rakyat, melindungi & memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, serta menjaga produktifitas & meminimalkan impak sosial & ekonomi.

Webinar diakhiri, sang RANI YULIYANTI (Influencer menggunakan Followers 22,2 Ribu). Rani menyimpulkan hasil webinar menurut tema yg sudah diangkat sang para narasumber, berupa tips buat mencegah cyberbullying dengan cara, tidak merespon & membalas aksi pelaku, adukan kepada orang yg paling dianggap, blokin akun media umum pelaku, selalu berperilaku sopan di global maya, dan simpan seluruh bukti & laporkan perkara tadi ke pihak berwenang. Fungsi hak paten, mencakup alat proteksi menjamin hak komersialisasi, peringatan kepada pihak yg berniat melanggar, advertensi buat menaikkan value produk, serta indera monopoli perdagangan.

Masyarakat multikultural telah sebagai karakteristik spesialbangsa lebih khusus dalam masyarakat Indonesia, dan telah diperbincangkan pada banyak sekali kegiatan, seminar, lembaga diskusi maupun pada lingkungan akademik. Tujuan vaksin, mencakup menurunkan kesakitan dan kematian dampak COVID-19, mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah & melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, serta menjaga produktifitas dan meminimalkan efek sosial & ekonomi. (Red)

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar