Mobile Menu

navigasi

More News

Kabupaten Aceh Barat - Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas

Maret 19, 2022

Koordinat: 4°27′N 96°11′E / 4.450°N 96.183°E

Kabupaten Aceh Barat • Jawoëاچيه بارت

Matahari terbenam di Pantai Meulaboh

Kabupaten Aceh Barat (Indonesia)Koordinat: 4°27′N 96°11′E / 4.45°N 96.18°ENegara IndonesiaProvinsiAcehTanggal berdiri14 November 1956[1]Dasar hukumUU Nomor 7 Tahun 1956[1]Ibu kotaMeulaboh, Johan PahlawanJumlah satuan pemerintahan[dua]

DaftarKecamatan: 12Gampong: 322 • BupatiH. Ramli MS • Wakil Bupatilowong • Total2.927,95 km2 (1,130,49 sq mi) • Total198.736 • Kepadatan68/km2 (180/sq mi) • AgamaIslam 99,42% Buddha 0,35% Kristen 0,23%- Protestan 0,20%- Katolik 0,03%[4] • IPM 71,67 (2021)tinggi[lima]Zona waktuUTC+07:00 (WIB)Kode pos

23615-23682Kode area telepon0655Pelat kendaraanBL xxxx E**Kode Kemendagri11.05 APBDRp 1.251.178.454.853,-[6]PADRp 164.140.534.232,-DAURp 561.819.533.000,-(2021)[7]Situs webacehbaratkab.go.id

Aceh Barat (bahasa Aceh: Jawoë: اچيه بارت, translit. Acèh Barat) adalah keliru satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia.[2] Sebelum pemekaran, Aceh Barat mempunyai luas daerah 10.097,04 km² atau 1.010.466 Ha dan merupakan bagian daerah pantai Barat & Selatan pulau Sumatra yg membentang dari barat ke Timur mulai menurut kaki gunung Geurutee (perbatasan dengan Aceh Besar) hingga ke sisi Krueng Seumayam (perbatasan Aceh Selatan) menggunakan panjang garis pantai sejauh 250 km².

Setelah dimekarkan luas wilayah menjadi 2.927,95 km²[2] dan pada akhir tahun 2020 memiliki penduduk sebesar 198.736 jiwa.[tiga]Sejarah[sunting asal]

Sebuah pantai di MeulabohMasa kesultanan Aceh[sunting asal]

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun dalam abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), lalu dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yg hayati tahun 1607-1636) menggunakan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama merupakan di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yg diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yg dalam akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan menggunakan rajanya merupakan Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah menggunakan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, daerah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu: Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara' Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu'am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.Silsilah Raja Meulaboh[sunting sumber]

Raja-raja yang pernah bertahta di kehulu-balangan Kaway XVI hanya bisa dilacak dari T. Tjik Pho Rahman, yg lalu digantikan oleh anaknya yang bernama T. Tjik Masaid, yg kemudian diganti sang anaknya lagi yg bernama T. Tjik Ali dan digantikan anaknya sang T. Tjik Abah (ad interim) dan lalu diganti sang T. Tjik Manso yang memiliki 3 orang anak yang tertua menjadi Raja Meulaboh bernama T. Tjik Raja Nagor yang pada tahun 1913 mati dunia karena diracun, dan lalu digantikan oleh adiknya yg bernama Teuku Tjik Ali Akbar, sementara anak T. Tjik Raja Nagor yang bernama Teuku Raja Neh, masih mini.

Saat Teuku Raja Neh (ayah berdasarkan H.T. Rosman. mantan Bupati Aceh Barat) anak dari Teuku Tjik Raja Nagor besaria menuntut supaya kerajaan dikembalikan kepadanya, tetapi T. Tjik Ali Akbar yg dekat menggunakan Belanda malah mengfitnah Teuku Raja Neh sakit gila, sebagai akibatnya menyebabkan T. Raja Neh dibuang ke Sabang.

Pada tahun 1942 waktu Jepang masuk ke Meulaboh, T. Tjik Ali Akbar dibunuh oleh Jepang beserta menggunakan Teuku Ben & dalam tahun 1978, mayatnya baru ditemukan pada bekas Tangsi Belanda atau sekarang di Asrama tentara Desa Suak Indrapuri, lalu Meulaboh diperintah para Wedana dan para Bupati & lalu pecah sebagai Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Jaya. (teuku dadek)

Dimasa penjajahan Belanda, melalui suatu perjanjian (Korte Verklaring), diakui bahwa masing-masing Uleebalang bisa menjalankan pemerintahan sendiri (Zelfsbestuur) atau swaparaja (landschap). Oleh Belanda Kerajaan Aceh dibuat sebagai Gouvernement Atjeh en Onderhorigheden (Gubernemen Aceh & Daerah Taklukannya) & selanjutnya menggunakan dibentuknya Gouvernement Sumatra, Aceh dijadikan Keresidenan yang dibagi atas beberapa wilayah yang dianggap afdeeling (provinsi) & afdeeling dibagi lagi atas beberapa onderafdeeling (kabupaten) & onderafdeeling dibagi sebagai beberapa landschap (kecamatan).Penjajahan Belanda[sunting sumber]

Aceh Barat sangat berkaitan dengan sejarah Meulaboh, Ibu kota Kabupaten Aceh Barat yang terdiri berdasarkan Kecamatan Johan Pahlawan, sebagian Kaway XVI dan sebagian Kecamatan Meureubo merupakan keliru satu Kota yg paling tua pada belahan Aceh bagian Barat & Selatan. Menurut HM.Zainuddin dalam Bukunya Tarih Atjeh & Nusantara, Meulaboh dulu dikenal menjadi Negeri Pasir Karam. Nama tersebut kemungkinan terdapat kaitannya menggunakan sejarah terjadinya tsunami di Kota Meulaboh dalam masa kemudian, yang pada lepas 26 Desember 2004 terjadi kembali.

Meulaboh telah berumur 402 tahun terhitung menurut ketika naik tahtanya Sultan Saidil Mukamil (1588-1604), catatan sejarah mengambarkan bahwa Meulaboh sudah ada semenjak Sultan tadi berkuasa.

Pada masa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636), demikian HM.Zainuddin negeri itu ditambah pembangunannya. Di Meulaboh ketika itu dibuka perkebunan merica, tetapi negeri ini nir begitu ramai lantaran belum bisa menandingi Negeri Singkil yg banyak disinggahi kapal dagang buat mengambil beasiswa muatan kemenyan dan kapur barus. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Djamalul Alam, Negeri Pasir Karam balikditambah pembangunannya menggunakan pembukaan kebun lada. Untuk memasak kebun-kebun itu didatangkan orang-orang berdasarkan Pidie dan sunting asal]

Seluruh wilayah Keresidenan Aceh dibagi menjadi 4 (empat) afdeeling yang galat satunya merupakan Afdeeling Westkust van Atjeh atau Aceh Barat menggunakan bunda kotanya Meulaboh. Afdeeling Westkust van Atjeh (Aceh Barat) merupakan suatu daerah administratif yang meliputi daerah sepanjang pantai barat Aceh, dari gunung Geurutee sampai daerah Singkil & kepulauan Simeulue dan dibagi sebagai 6 (enam) onderafdeeling, yaitu:Meulaboh dengan bunda kota Meulaboh dengan Landschappennya Kaway XVI, Woyla, Bubon, Lhok Bubon, Seunagan, Seuneu'am, Beutong, Tungkop dan Pameue;Tjalang dengan ibu kota Tjalang (dan sebelum tahun 1910 makkotanya adalah Lhok Kruet) menggunakan Landschappennya Keluang, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet, Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee & Teunom;Tapaktuan dengan makkota Tapak Tuan;Simeulue dengan bunda kota Sinabang menggunakan Landschappennya Teupah, Simalur, Salang, Leukon dan Sigulai;Zuid Atjeh dengan bunda kota Bakongan;Singkil dengan bunda sunting sumber]

Di zaman penjajahan Jepang (1942 - 1945) struktur daerah administrasi ini nir banyak berubah kecuali penggantian nama pada bahasa Jepang, seperti Afdeeling menjadi Bunsyu yg dikepalai sang Bunsyucho, Onderafdeeling sebagai Gun yang dikepalai sang Guncho dan Landschap menjadi Son yg dikepalai oleh Soncho.Masa kemerdekaan[sunting asal]

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, menurut Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten pada lingkungan Provinsi Sumatra Utara, daerah Aceh Barat dimekarkan sebagai 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten Aceh Barat dengan Ibu kota Meulaboh terdiri dari 3 wilayah yaitu Meulaboh, Calang & Simeulue, menggunakan jumlah kecamatan sebanyak 19 (sembilan belas) kecamatan yaitu Kaway XVI; Johan Pahlwan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya; Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan & Salang. Sedangkan Kabupaten Aceh Selatan, meliputi daerah Tapak Tuan, Bakongan dan Singkil menggunakan makkotanya Tapak Tuan.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar