Mobile Menu

navigasi

More News

Dampak Faktor Predisposisi Dan Dukungan Suami Terhadap Anugerah Imunisasi Campak Dalam Bayi Pada Daerah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Maret 27, 2022

Pengaruh Faktor Predisposisi & Dukungan Suami terhadap Pemberian Imunisasi Campak dalam Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Mayang Wulan, Utary Dwi ListiariniAbstract

Imunisasi campak merupakan imunisasi dasar lengkap yg harus diberikan pada bayi umur sembilan bulan & masih dapat diberikan sampai usia 11 bulan. Cakupan imunisasi campak pada wilayah kerja Puskesmas Johan Pahlawan mengalami penurunan yaitu dalam tahun 2013 sebanyak 46,3% dan pada tahun 2014 sebanyak 39,tiga%. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap pemberianimunisasi campak dalam bayi merupakan faktor predisposisi dan dukungan suami.Tujuan penelitian ini adalah buat menganalisis pengaruh faktor predisposisi & dukungan suami terhadap hadiah imunisasi campak dalam bayi pada daerah kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh bunda yang mempunyai bayi usia 12 bulan yg bertempat tinggal pada daerah kerja Puskesmas Johan Pahlawan sebanyak 78 orang, dengan sampel merupakan semua populasi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat memakai uji chi-square & multivariat menggunakan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian menerangkan bahwa tidak terdapat dampak antara pekerjaan (p= 0,951) & pengetahuan (p= 0,676) terhadap pemberianimunisasi campak pada bayi dan ada efek antara pendidikan (p= 0,025), sikap (p= 0,001) & dukungan suami (p= 0,001) terhadap hadiah imunisasi campak dalam bayi pada wilayah kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat tahun 2015. Variabel yg sangat berpengaruh adalah variabel dukungan suami. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat supaya melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi campak dalam bayi kepada pasangan suami istri (pasutri) usia belia dan mengadakan perlombaan bayi sehat. Kepada Puskesmas Johan Pahlawan disarankan supaya memberikan pembekalan pengetahuan tentang imunisasi campak kepada pengunjung KIA, mengikutsertakan tokoh-tokoh wargaserta menyediakan pelayanan posyandu dalam sore hari (di atas jam 14 WIB). Kepada Dinas Syariat Islam agar mensosialisasikan tentang kehalalan vaksin campak (fatwa MUI) kepada majelis taklim laki-lakidan dalam aktivitas safari subuh.References

Khotimah H. Hubungan antara usia, status gizi, dan status imunisasi menggunakan kejadian campak balita. J Obs Sci. 2015;1(1):23–32.

Utara DKPS. Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010. Medan: Dinkes Sumatera Utara. 2015;

Besar DA. Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Tahun 2015. Jantho Dinas Kesehat Kabupaten Aceh Besar. 2015;

beasiswa Daya DKAB. Profil Kesehatan. Kota Blangpidie; 2012.

Indonesia KKR. Modul pengendalian demam berdarah dengue. Jakarta Available from. 2011;

Giarsawan N. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Campak di Wilayah Puskesmas Tejakula I Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun 2012. J Kesehat Lingkungan www Sch google co id[Sitasi 1 Novemb 2014]. 2014;140–lima.

Pratiwi F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Dasar Pada Balita pada Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Tengah Pontianak. J ProNers. 2015;3(1).

SYAIYAH NIM. Evaluasi Mutu Pelayanan Program Kia (Kesehatan Ibu Dan Anak) di Puskesmas Peureumeue Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Universitas Teuku Umar Meulaboh; 2016.

Riduan. Skala pengukuran variabel penelitian.

Notoatmojo. ilmu prilaku kesehatan. Vol. tiga, Jurnal ProNers. 2015.

Monintja TCN. Hubungan antara ciri individu, pengetahuan dan perilaku menggunakan tindakan PSN DBD masyarakat Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado. JIKMU. 2015;5(lima).

Indragiri S, Hayati IS. Faktor-Faktor yg Berhubungan menggunakan Status Imunisasi Hepatitis B dalam Bayi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cingambul Kabupaten Majalengka Tahun 2010. J Kesehat Kartika. 2010;tiga(dua):41–50.

Mulyanti Y. Faktor-faktor internal yg berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Ciputat tahun 2013. 2014;

Fatmawati R. Determinan yg mensugesti cakupan imunisasi dasar lengkap balita usia 1-dua tahun di wilayah Puskesmas Tegalrejo. Skripsi, Fak Keperawatan, UNRIYO. 2006;

Mahmudah AM, Susilowati A. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio menggunakan Tingkat Kecematan Pasca Imunisasi Polio pada Anaknya pada Posyandu Margasari Tasikmalaya Tahun 2007.

Dewi AP, Darwin E, Edison E. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap dalam Bayi pada Kelurahan Parupuk Tabing Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2013. J Kesehat Andalas. 2014;3(dua).

Sumantri H. Metodologi penelitian kesehatan. Prenada Media; 2015.

Azwar S. Sikap manusia teori & pengukurannya.

Harahap RA. Pengaruh faktor predisposing, enabling & reinforcing terhadap anugerah imunisasi Hepatitis B dalam bayi pada Puskesmas Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir. Jumantik (Jurnal Ilm Penelit kesehatan). 2017;1(1):79–103.

Sudiharto. Asuhan keperawatan keluarga menggunakan pendekatan keperawatan transkultural.

DOI: https://doi.org/10.33085/jbk.v1i1.3910Refbacks———

Copyright (c) 2018 Jurnal Bidan Komunitas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.Sponsored/Supported by:

                     

Contact Person: Wardiah Suryani

Midwifery Department, Faculty of Pharmacy and Health, Institut Kesehatan Helvetia, Medan, Indonesia.

Jl. Kapt Sumarsono 107, Helvetia, Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124.

Call/WA : +6281993662783. Telp : (061) 42084106

email : bidankomunitas@helvetia.ac.id

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar